1 Jan 2016

منصوبة الإسماء - (1) isim yang manshub

بسم الله
الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول لله

Telah kita lalui, kajian bahasa arob ( nahwu). Pembahasan telah sampai pada poin kelima dari manshubatil asmaai. Macam-macam isim yang manshub. Dengan pengertian sementara nashob itu umumnya fathah. Jadi manshub (pada asalnya) adalah isim yang i'rob (harokat akhir) nya fathah.

١. مفعول به : الإسم يقع بعدل فعل و فاعل
( isim yang terletak setelah fi'il dan faa'il )
مثل
ضرب علي كافرا
('aliy telah memukul orang kafir). Setelah disebutkan fi'il dan faa'il, lafadz isim yang dikenai pekerjaan (maf'ul / objek) i'robnya nashob ( fathah ). Yang asalnya kaafirun menjadi kaafiron. Yang asalnya ketika berdiri sendiri dhommah menjadi fathah ketika diletakkan setelah kata kerja dan pelakunya.

٢. مفعول مطلق : الوازن الثالث في تغيير الإسم
Maf'ul mutlaq. (bentuk ketiga dari perubahan isim). Atau nama lainnya adalah mashdar. Nama benda dari asal katanya dalam perubahan isim (lebih rinci pada pembahasan tashrif). Fungsinya sebagai penekanan.
مثل :
. ضربًا ( pukulan )
ضرب محمد الكلب ضربًا
Muhammad telah memukul seekor anjing dengan sebenar2 pukulan.
. رؤيةً ( penglihatan )
رأى علي هيلالًا رؤيةً
'Aliy telah melihat anak bulan dengan sebenar-benar penglihatan.
و ما أشباه ذالك ...

٣. مفعول لأجله :
Maf'ul li ajlihi, bentuk maf'ul yang digunakan untuk menyatakan sebab. Sama dengan contoh nomer 2, bentuknya diambil dari bentuk mashdar. Hanya dalam kalimat, dia berfungsi sebagai pejelasan / jawaban.
مثل:
قام أثمانُ صلاةً
Utsman berdiri karena hendak sholat
نام طلحةُ نعاسً
Tolhah tidur karena mengantuk

٤. اسم إنّ :
Isim -setelah lafadz- inna. Sebagaimana telah dipelajari, susunan dari 2 kata atau lebih yg memberi manfaat disebut kalaam. Kata pertama diawal kalimat apabila ia berupa isim disebut mubtadaa'. Sedangkan kata kedua yang menjelaskan kata pertama disebut khobar. Jika kemudian pada awal kalimat ini disisipi huruf "inna", maka nama dan hukumnya berubah. Dari mubtadaa', menjadi isim inna. I'robnya manshub / fathah.
Cth :
-mubtadaa' wal khobar
عُمَرٌ قإمٌ
'Umar (itu orang yg sedang) berdiri. Harokat akhir lafadz "عمر" dhommah karena ia mubtadaa' dan itu hukumnya rofa'. Ketika padanya disisipkan huruf "inna" diawalnya seperti :
إنّ عُمرً قإمٌ.
harokat akhir lafadz 'umar berubah menjadi fathah. Namanya juga berubah menjadi isim inna dan hukum I'rob isim inna itu nashob.

٥. خبر كان :
Kebalikan dari isim inna, khobar kaana adalah isim yg menjelaskan isim pada awal kalimat. Pada contoh kalimat sebelumnya khobar dimaksud adalah lafadz "قإم ". Apabila kalaam tadi didahului oleh lafadz kaana, seperti :
كان عمرٌ قإمًا
Maka i'rob khobarnya menjadi fathah. Namanya berubah dari khobar-nya- mubtadaa' menjadi khobar-nya- kaana. Hukum khobar kaana itu manshub.
Waallahu a'lam
Bersambung insyaalloh ...

0 comments: