Perbedaan lafadz ibnun dan waladun


|[ فائدة في الفرق بين لفظ (الابن) و (الولد) ]|

الشيخ عبد الله بن عبد الرحيم البخاري - حفظه الله -

وقوله في الحديث ((أتتْ بابنٍ لها صغيرٍ)) لفظ "ابن" هذا خاص بالذكور، يعني لا يطلق على البنت أو الجارية بخلاف لفظ الولد؛ فإنَّه يطلق عليهما: ﴿يُوصِيكُمُ اللَّـهُ فِي أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنثَيَيْنِ﴾[النساء: 1]،

ولقوله – صلى الله عليه وسلم – في حديث النعمان في الصحيحين ((فَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْدِلُوا بَيْنَ أَوْلَادِكُمْ)).

‏http://miraath.net/articles.php?cat=11&id=2038
@salafyat

Faidah pada perbedaan lafadz al-ibnu dan al-waladu

Oleh syaikh Abdullohi Ibn Abdirrohim AlBukhory -Hafidzahullohu-

Dan Sabda Nabi dalam hadits "Perempuan itu datang bersama anak laki-lakinya yang masih kecil" lafadz ibnun ini khusus untuk laki-laki, yakni tidak ditujukan untuk anak perempuan dan pembantu perempuan tidak sama dengan lafadz walad. Lafadz walad ditujukan atas keduanya (laki-laki dan perempuan). Alloh mewasiatkan kepada kalian, bagi anak laki-laki semisal dengan dua bagian bagi anak perempuan [An-Nisaa: 1]

Dan sabda nabi alaihi sholaatu wassalaam dalam hadits nu'man didalam shahihain " bertaqwalah kalian kepada Alloh dan berbuat adillah diantara anak-anak kalian".

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و اصحابه اجمع

0

Bacaan dzikir pagi dan petang

Bacaan Dzikir di Pagi Hari

Dzikir pagi berikut patut diamalkan karena akan membuat kita lebih semangat di pagi hari dan dimudahkan Allah dalam segala urusan.

Untuk waktunya, yang utama dibaca saat masuk waktu Shubuh hingga matahari terbit. Namun boleh juga dibaca sampai matahari akan bergeser ke barat (mendekati waktu Zhuhur).

Adapun dzikir yang kali ini kami publish adalah revisi dari yang ada sebelumnya setelah menyaring dzikir yang menurut kami lemah (dho’if) berdasarkan penilaian para ulama.

Juga dalam dzikir pagi kali ini, kami sertakan dengan faedah dari setiap dzikir berdasarkan hadits yang menyebutkan dzikir tersebut sehingga dengan itu bisa merenung maksud dzikir dan raih manfaatnya.

Dzikir kali ini pun kami bantu dengan transliterasi untuk setiap bacaan selain bacaan Al Qur’an, moga bermanfaat bagi yang sulit membaca dzikir yang ada huruf demi huruf.

 

Dzikir yang Dibaca di Waktu Pagi

(Antara Shubuh hingga siang hari ketika matahari akan bergeser ke barat)

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”

[1]

Membaca ayat Kursi

اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.” (QS. Al Baqarah: 255) (Dibaca 1 x)

Faedah: Siapa yang membacanya ketika petang, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga pagi. Siapa yang membacanya ketika pagi, maka ia akan dilindungi hingga petang.[1]

[2]

Membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al Ikhlas: 1-4) (Dibaca 3 x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ  وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Shubuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”. (QS. Al Falaq: 1-5) (Dibaca 3 x)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.” (QS. An Naas: 1-6) (Dibaca 3 x)

Faedah: Siapa yang mengucapkannya masing-masing tiga kali ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya.[2]

[3]

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya:

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Meminta pada Allah kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya, juga agar terhindar dari kejelekan di hari ini dan kejelekan sesudahnya. Di dalamnya berisi pula permintaan agar terhindar dari rasa malas padahal mampu untuk beramal, juga agar terhindar dari kejelekan di masa tua. Di dalamnya juga berisi permintaan agar terselamatkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang merupakan siksa terberat di hari kiamat kelak.[3]

[4]

اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.

Artinya:

“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (Dibaca 1 x)[4]

[5]

Membaca Sayyidul Istighfar

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.

Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.

Artinya:

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa surga untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.[5]

[6]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ

Allahumma inni ash-bahtu usy-hiduka wa usy-hidu hamalata ‘arsyika wa malaa-ikatak wa jami’a kholqik, annaka antallahu laa ilaha illa anta wahdaka laa syariika lak, wa anna Muhammadan ‘abduka wa rosuuluk.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul ‘Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca 4 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika pagi dan petang hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.[6]

[7]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah meninggalkan do’a ini di pagi dan petang hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan pada agama, dunia, keluarga dan harta dari berbagai macam gangguan yang datang dari berbagai arah.[7]

[8]

اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.

Artinya:

“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya (godaan untuk berbuat syirik pada Allah), dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” (Dibaca 1 x)

Faedah: Do’a ini diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Abu Bakr Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca pada pagi, petang dan saat beranjak tidur.[8]

[9]

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.

Artinya:

“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca 3 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka tidak akan ada bahaya yang tiba-tiba memudaratkannya.[9]

[10]

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.

Artinya:

“Aku ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi.” (Dibaca 3 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini sebanyak tiga kali di pagi hari dan tiga kali di petang hari, maka pantas baginya mendapatkan ridha Allah. [10]

[11]

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin Abadan.

Artinya:

“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” (Dibaca 1 x)

Faedah: Dzikir ini diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah supaya diamalkan pagi dan petang. [11]

[12]

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin

Artinya:

“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” (Dibaca 1 x di pagi hari saja)[12]

[13]

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih.

Artinya:

“Maha suci Allah, aku memuji-Nya.” (Dibaca 100 x)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan petang hari sebanyak 100 x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.[13]

[14]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 1o x)

Faedah: Barangsiapa yang membaca dzikir tersebut di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingg petang hari. Siapa yang mengucapkannya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula.[14]

[15]

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya:

“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca 100 x dalam sehari)

Faedah: Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100 x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu.[15]  

[16]

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.

Artinya:

“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.” (Dibaca 3 x di waktu pagi saja)

Faedah: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan pada Juwairiyah bahwa dzikir di atas telah mengalahkan dzikir yang dibaca oleh Juwairiyah dari selepas Shubuh sampai waktu Dhuha. [16]

[17]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya:

“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (Dibaca 1 x setelah salam dari shalat Shubuh)[17]

[18]

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astagh-firullah wa atuubu ilaih.

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” (Dibaca 100 x dalam sehari)[18]

 

[1] HR. Al Hakim (1: 562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 655.

[2] HR. Abu Daud no. 5082, Tirmidzi no. 3575. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

[3] HR. Muslim no. 2723. Lihat keterangan Syarh Hisnul Muslim, hal. 161.

[4] HR. Tirmidzi no. 3391 dan Abu Daud no. 5068. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits inishahih.

[5] HR. Bukhari no. 6306.

[6] HR. Abu Daud no. 5069. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[7] HR. Abu Daud no. 5074 dan Ibnu Majah no. 3871. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

[8] HR. Tirmidzi no. 3392 dan Abu Daud no. 5067. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahawa sanad hadits ini shahih. Adapun kalimat terakhir (وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ) adalah tambahan dari riwayat Ahmad 2: 196. Dikomentari oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth bahwa hadits tersebut shahih dilihat dari jalur lainnya (shahih lighoirihi).

[9] HR. Abu Daud no. 5088, 5089, Tirmidzi no. 3388, dan Ibnu Majah no. 3869. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

[10] HR. Abu Daud no. 5072, Tirmidzi no. 3389. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[11] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro (381/ 570), Al Bazzar dalam musnadnya (4/ 25/ 3107), Al Hakim (1: 545). Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227.

[12] HR. Ahmad (3: 406). Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim. Lihat pula As Silsilah Ash Shahihah no. 2989.

Catatan: Dzikir ini hanya dibaca di pagi hari. Riwayat yang menyatakan dibaca juga saat petang hari adalah riwayat yang lemah. Sebagaimana dinyatakan oleh guru penulis, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Ath Thorifi dalam Adzkar Ash Shobaah wal Masaa’, hal. 65.

[13] HR. Muslim no. 2692.

[14] HR. An Nasai Al Kubra 6: 10.

[15] HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691.

[16] HR. Muslim no. 2726.

[17] HR. Ibnu Majah no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih.

[18] HR. Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702.

Copyright 2014 Rumaysho.com / All rights reserved

Sumber : https://rumaysho.com/1636-bacaan-dzikir-pagi.html

0

Membaca Angka dalam kaidah bahasa arab


بسم الله الرحمن الرحيم
العدد و المعدود في لغة العربية


✨ العدد من ١ الى ١٠
 Penulisan sejumlah benda dalam bahasa arab  dari 1 s.d. 10 dibedakan antara jumlah 1 dan 2 dengan jumlah 3 s.d. 10. Jumlah 1 dan 2 cukup ditulis dengan 1 kata, bentuk tunggal kata benda (mufrod) atau bentuk ganda (mutsanna). Sedangkan jumlah 3 s.d. 10 membutuhkan dua kata, kata benda yang dihitung dan jumlah hitungannya.
Contoh yang sering di jumpai : seorang siswa atau dua orang siswa, Seorang siswi atau dua orang siswi
✨ طالبٌ او طالبان , طالبةٌ او طالبتان

✨ Penggunaan pada jumlah 3 buah sampai 10 membutuhkan 2 kata. 
Bentuk kata yang menghitung (tidak seperti na'at - man'ut tapi malah) kebalikan / menyelisihi bentuk kata yang dihitung.

1. .Jika yang diterangkan jenisnya laki-laki maka bentuk bilangannya perempuan, demikian juga sebaliknya,
2. Kata yang diterangkan marfu' (umumnya dhomah),
3. Bilangan yang menerangkan majrur (umumnya kasroh), seperti bentuk mudhof-mudhof ilaihi.
4. Bilangan yang diterangkan bentuknya jama'.
Contoh yang sudah sering dijumpai :

Contoh yang sudah sering dijumpai :

- ثلاثةُ طلابٍ  ( tiga orang laki-laki )
- اربعةُ طلابٍ  ( empat orang siswa laki-laki )
- خمسةُ طلابٍ  ( lima orang siswa laki-laki )
- ستةُ طلابٍ   ( enam orang siswa laki - laki ) 
- سبعةُ طلابٍ   ( tujuh orang siswa laki - laki )
- ثامانيةُ طلابٍ   ( delapan orang siswa laki-laki )
- تسعةُ طلابٍ   ( sembilan orang siswa laki-laki )
- عشرةُ طلابٍ  ( sepuluh orang siswa laki-laki )
او
- ثلاثُ طالباتٍ ( tiga orang siswi perempuan )
- أربعُ طالباتٍ ( empat orang siswi perempuan )
- خمسُ طالباتٍ ( lima orang siswi perempuan )
- ستُ طالباتٍ ( enam orang siswi perempuan )
- سبعُ طالباتٍ  ( tujuh orang siswi perempuan )
- ثماني طالباتٍ ( delapan orang siswi perempuan )
- تسعُ طالباتٍ ( sembilan orang siswi perempuan )
- عشرُ طالباتٍ  ( sepuluh orang siswi perempuan )

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
✨ العدد ١١ و ١٢
Bilangan jumlah 11 dan 12 "jenis kelamin" yang dihitung mengikuti yang dihitung.
1.

. Seperti : 
~ إحدى عشر طالبًا
~ إثنا عشر طالبًا


✨ العدد من ١٣ الى ١٩
Bilangan jumlah 13 sampai 19 "jenis jelamin" yang dihitung  berkebalikan dengan yang dihitung. Ciri yang lain :
1. Meski diterangkan sebagai jumlah yang banyak, namun bentuknya mufrod.
2. Harokat akhirnya fathah.
Perbedaan dengan 11 dan 12, "jenis kelamin" satuan berbeda dengan puluhan maupun isim yang dihitung.


~ ثلاثَ عشرة طالبةَ
~ اربعَ عشرة شجارةَ

~ خمسةَ عشر طبيبا
~ ستةَ عشر قلماً



✨ العدد من ٢٠ الى ٩٩
Bilangan 20 tetap dengan bentuk عشرون . Meski kadang dibaca عشرين. Seperti ketika membaca "halaman ke dua puluh tujuh", dibaca الصفحة سبعة و عشرين. 
Bilangan 21 sampai 99 sama dengan struktur bilangan belasan, hanya saja "jenis kelamin" tidak dibedakan seperti 11, 12 dengan selainnya. Yang dihitung sama dengan yang menghitung.


✨ العدد ١٠٠

✨ العدد ١٠٠٠

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و اصحابه اجمعين

0

Menjawab pertanyaan sesuai jenis fi'il dalam pertanyaan

Bismillahi,

Menjawab pertanyaan dalam bahasa arob hendaknya menyesuaikan jenis kata kerja (fi'il) pada kalimat tanya. Apabila pertanyaan diajukan dengan fi'il mudhori' (bentuk sekarang / present) maka jawabannya juga dengan fi'il mudhori'.

contoh :

السؤل :
ما ترا في الكتابكم ؟

الجواب :
ارا الرسالة العلماء

النحو الثاني :
من أهدىك هذه الحقيبة الجميلة  ؟

الجوب :
أهدىتها المسلمة الرخيمة.



Pertanyaan pertama menggunakan fi'il mudhori ما ترا , 

kemudian jawabannya juga dengan fi'il mmudhori أرا   .

- apa yang kamu lihat pada bukumu ?

= aku melihat tulisannya para ulama.


Contoh kedua dengan fi'il maadhi (lampau) اهدى dijawab dengan  fi'il madhi pula اهدت.
- siapa yang telah menghadiahimu tas indah ini ?
= seorang muslimah yang lembut telah memberikannya (padaku).

وصلى الله على نبينا محمد و على أله و اصحابه اجمعين

0

Wazaan mihnah (profesi) || فعّال

بسم الله الرحمن الرحيم

  Diantara bentuk (wazan) profesi seseorang (mihnah) ketika berkedudukan sebagai subyek kalimat (faa'ilu) dalam bahasa arab adalah wazan fa'aalu. Maknanya orang yang banyak melakukan atau tukang




نحو قولك
٠ البنّاء 
هو من الذين يبني المنزيل


(Orang yang membangun sebuah bangunan (tukang

٠ الخياط
يعني من الذين يخطي الملبس


(Yakni orang yang menjahit pakaian (penjahit

٠ الحلاق
هو رجل الذين يحلق الشعر


(Laki-laki yang mencukur rambut kepala (tukang cukur.

٠ الفلاح
يعني من الذ يستعمل في العزبة

Orang yang bekerja di sawah
(petani)




و في مهنة التي كانت تمكن لها وزن "فعّال"

صلى الله على محمد و على اله واصحبه و من اتبعاه ب احسان


مهنة
0

Boyolali Ojo Lali Ngaji (Bekal Menuju Akhirat)

بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan mengharap ridho Allah subhanahu wa ta'ala
Ikuti dan hadiri Tabligh Akbar bersama :
*Syaikh Ali Ahmad Hasan Ar Razihiy*
Biografi singkat:
Nama : Ali Ahmad Hasan
Lahir : 01 Januari 1976 di kota sad'ah  Yaman
Murid senior dari Syaikh Muqbil bin Hadi. Beliau adalah pengajar senior & Mustafid di Ma'had Darul Hadits di kota Ma'bar Yaman. Beliau sangat piawai dan perhatian dalam menulis Hadits. Karya (kitab) beliau yang sudah di cetak lebih dari 60 Judul.
 *JADWAL MUHADOROH*
✅ *Jum'at 12 Agustus 2016*
*SESI 1⃣* *KHUTBAH JUMAT*
⏰ Waktu :
Sholat Jum'at - Selesai
 Tempat :
Masjid Al Madinah Cepogo Boyolali
Penterjemah :
Ust. Jauhari Lc
*SESI 2⃣* *MAKNA SHIROTOL MUSTAQIM*
⏰ Waktu :
Ashar - 16.30
 Tempat :
Masjid Al Madinah Cepogo Boyolali
Penterjemah :
Ust. Jauhari Lc
*SESI 3⃣* *BEKAL MENUJU AKHIRAT*
⏰ Waktu :
Sholat Maghrib (Sholat Maghrib bersama Syaikh) - Selesai
 Tempat :
Masjid Al Muhajirin Winong Baru Boyolali
(Bekas Kantor kecamatan Boyolali kota ke barat)
Penterjemah :
Ust. Jauhari Lc



 *PENYELENGGARA*
YAYASAN AL MADINAH SURAKARTA
 *Informasi :*
0858 7918 0015
Live Radio :
*96.00 Mhz - Al Madinah Fm*

*DIBUKA KESEMPATAN TA'AWUN 'ALAL BIRRI WA TAQWA*
✅ Bisa disalurkan melalui rekening *BSM*
704 335 0581  *AN : YAYASAN AL MADINAH SURAKARTA*
Konfirmasi : 08562834493
0

Annawaashib (النواصب) | yang menashobkan -fi'il mudlhoori'-

بسم الله الرخمن الرخيم
الحمدلله رب العالمين
والصلاة والسلام على الصرف الأنبياء و المرسلين


Fiil mudhori adalah fiil madhi yang ketambahan salah satu dari empat huruf dhomir. Alif, nun, ya', ta'. Jika digabung terbaca أنيت. Asalnya marfu, akan tetapi bisa menjadi manshub seandainya termasuki huruf diantara10 huruf - huruf berikut : 

١. أن
Maknanya supaya / untuk.

٢. لن
Maknanya tidak akan pernah

٣. إذا
Maknanya jika demikian

٤. كي



٥. لم كي


٦.لم جحد


٧. حتى
Maknanya sampai, setelah hatta tersirat huruf ان yang (beramal) menashobkan.

٨. الجواب بالفاء
Huruf fa yang digunakan ketika menjawab pertanyaan.

٩. الواو
Wawu huruf sambung, bermakna dan. Jika huruf awal nashob maka kata setelahnya juga nashob.

١٠. أو
Auw huruf sambung, bermakna atau Jika kata awalnya nashob maka kata setelahnya juga nashob.

0

Boyolali Ojo Lali Ngaji (Sejarah AlQuran)

بسم الله الرحمن الحيم

 HADIRILAH
KAJIAN ISLAM ILMIYAH 2 HARI

Bersama :
 Al Ustadz Abu Syakir Syuhada (bandung)
- Murid syaikh Sholeh Fawzan hafidzahullah
- (pernah menjadi ) Imam Tetap di masjid 'umar bin abdul 'aziz dihayy ar rayyaan addairi asy syarqy, Riyadh Saudi Arabia

 MATERI :
1⃣ TANDA TANDA KIAMAT KUBRO
Hari : Sabtu 14 Mei 2016
Waktu : Ba'da Maghrib - Selesai

2⃣ SEJARAH DITURUNKANNYA AL QUR'AN
Hari : Ahad 15 Mei 2016
Waktu : 10.00 - Selesai



TEMPAT :
MASJID NURUL ISLAM
Driyan, Siswodipuran, Boyolali

 PENYELENGGARA
- Majelis taklim Nurul Islam Boyolali
- Yayasan Al Madinah Surakarta

☎ INFORMASI
085879180015

0

Al-Mu'robaat | المعربات (yang di i'rob)

بسم الله 

الحمد لله 

والصلاة والسلام على رسولله

 المعربات

 
Al-i'robu  adalah perubahan harokat akhir suatu kalimat karena masuknya perubah padanya baik berupa lafadz -yang nyatanya dilafadzkan- atau yang ditaqdirkan (disembunyikan).  Sedangkan kata yang berubah harokatnya (al mu'robaatu), sebagian dengan harokatnya saja dan sebagian yang lain dengan huruf. 

Adapun alma'rubaatu dengan harokatnya ada dalam 4 keadaan :
1. Ismul mufrod
2. Jam'ut taktsir
3. Jam'ul muannatsis saalim
4. Fi'lil mudhoori'u yang shahih, belum bersambung dengan dhomir apapun.

Semua tanda marfu'nya dengan dhommah, kemudian tanda manshubnya dengan fathah, dan tanda makhfudznya dengan kasroh, lalu tanda majzumnya dengan sukun. Tanda-tanda ini adalah harokat. Masing-masing berlaku seperti kecuali pada 3 hal.
a. Jam'ul muannatsis saalim, tanda nashobnya tidak dengan fathah seperti pada umumnya, namun dengan harokat kasroh.
b. Ismul mufrod yang tidak menerima tanwin ( laa yan shoorifu ). Tanda majrurnya tidak dengan kasroh, tapi dengan fathah.
c. Fi'il mudhori yang huruf terakhirnya adalah salah satu dari huruf cacat (ايو) atau dinamakan mu'talul aakhiri, jazmnya bukan dengan sukun tapi dengan menghilangkan huruf terakhirnya.

Dan 4 keadaan alma'rubaa'tu dengan huruuf yakni :
1. Ism yang menunjukkan jumlah dua (Attatsniyyatu)
Tanda rofa'nya dengan huruf alif, sedang tanda nashob dan khofdnya dengan huruf ya'.

2. Ism yang menunjukkan jumlah 3 atau lebih dengan jenis laki-laki (jam'ul mudzakkaris saalimi)
Tanda rofa'nya dengan huruf wawu, sedang tanda nashib dan khofdnya dengan huruf ya'.

3. Ism yang lima (asmaaul khoms) antara lain:
أبوك، وأخوك، وحموك، و فوك، و ذو مالٍ

Tanda rofa'nya dengan huruf wawu, sedang tanda nashobnya dengan huruf alif, kemudian tanda khofdnya dengan huruf ya'.

4. Fi'il yang lima (af'alul khoms) antara lain:  يفعلان، يفعلون، تفعلان، تفعلون، تفعلين
Tanda rofa'nya adalah adanya huruf nun padanya. Sedang tanda nashob dan sukun (jazm)nya dengan menghilangkan huruf nun tadi.



0

Boyolali Ojo Lali Ngaji (tanda-tanda kiamat kubro)

بسم الله الرحمن الحيم
 
HADIRILAH
KAJIAN ISLAM ILMIYAH 2 HARI


Bersama :
 Al Ustadz Abu Syakir Syuhada (bandung)
- Murid syaikh Sholeh Fawzan hafidzahullah
- (pernah menjadi ) Imam Tetap di masjid 'umar bin abdul 'aziz dihayy ar rayyaan addairi asy syarqy, Riyadh Saudi Arabia


 MATERI :
1⃣ TANDA TANDA KIAMAT KUBRO
Hari : Sabtu 14 Mei 2016
Waktu : Ba'da Maghrib - Selesai


Unduh rekaman disini


2⃣ SEJARAH DITURUNKANNYA AL QUR'AN
Hari : Ahad 15 Mei 2016
Waktu : 10.00 - Selesai

TEMPAT
MASJID NURUL ISLAM
Driyan, Siawodipuran, Boyolali

 PENYELENGGARA
- Majelis taklim Nurul Islam Boyolali
- Yayasan Al Madinah Surakarta

☎ INFORMASI
085879180015


0

Haditsun arbauuna ( حديث الاول )

بسم الله
الحديث الاول
عن أميرالمعمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله تعالى عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه والسلم يقول: إنم الإعمل بالنياة، و إنم لكل إمرإ ما نوى، فا من كانت هجراته الى الله و رسوله فا هجراته الى الله و رسوله، فا من كانت هجراته الى دنيا يصيبها و من كانت هجراته الى إمرأة ينكح ها فا هجراته الى ما هجر اليه.
رواه إماما إلمحدثين أبؤ عبدالله محمد إبن إسمعيل إبن إبراهيم إبن مغيرة إبن بردزبة البخاري و أبو الحسين مسلم بن الحجاج القسيري النيسبوري في صحيحيهما و هما أصحا الكتابين المصنفة .


Faidah :
1. 

0

Macam - macam badal ~ باب البدل

بسم الله
الحمد لله
والصلاة والسلام على رسولله

Badal artinya pengganti, isim diganti isim, fi'il diganti fi'il yang semua i'robnya mengikuti kata yang diganti. macamnya ada empat.

  1. Badalusy syaii minasy syaii ( semua diganti semua ). Contoh : قل المألف العالم المهدث هكذا و هكذا، berkata penulis aalim muhadditsu begini dan begini. Muallifu dan aalimu dan muhadditsu itu sama saja kedudukannya. Karena muallifu itu faa'il, maka penggantinyapun juga terkena hukum i'rob faa'il. Jika kata aslinya marfuu semua badalnya ikut marfuu'.
  2. Badalul ba'dhi min kulli (gantinya sebagian dengan bagiannya). أكلتُ الرغيف ثُلُثَهُ، aku memakan sepertiga -dari- adonan roti.
  3. Badal isytamsal ( suatu milik sebagai ganti ). نفعني زيدٌ عِلمُهُ. Ilmu-milik-nya zaid telah memberikan manfaat kepadaku. Ilmu sebagai badalnya zaid i'robnya dihukumi sama. Marfuu'.
  4. Badal gholath ( mengganti ketika terjadi kekeliruan dalam menyebutkan kata dengan kata yang lain ). درس علي نحو تجويدا    .           Aliy belajar nahwu tajwid. Ketika seseorang ingin mengatakan "aliy belajar tajwid" tetapi keliru mengucapkan nahwu, maka kata pengganti yang diucapkan setelahnya mempunyai i'rob yang sama.










 والله اعلام

0

Fi'il mudhoori' yang dijazm ( sukun ) ~ مجزومة الفعل موضاريع

بسم الله
ألحمد لله
والصلاة والسلام على رسولله


〰〰〰〰〰〰〰
Diantara bagian i'rob bagi fi'il adalah jazm ( harokat sukun dan penggantinya ). Yang terkena padanya adalah fi'il mudho'ri. Perubahan kedua dalam urutan perubahan bentuk fi'il dalam ilmu tashrif. 
Adapun faktor penyebabnya cuma satu, yakni karena masuknya huruf . ( لا ). Huruf ini bermakna pelarangan ( nahiyah ). Contoh i'rob fi'il mudhori' dengan jazm :

دخل- يدخُلُ >>  لاتدخُلْ
🚷
Dia telah masuk / dia sedang masuk / jangan -kamu- masuk !. 

2⃣▶️
Bentuk kedua digunakan kembali dengan tambahan huruf laam-alif naahiyah. 

👥
Adapun kata ganti orang tersembunyi padanya hanya untuk kata ganti orang kedua. Asal i'robnya sukun. Pengganti sukunnya menyesuaikan jumlah dan jenis kelamin orang yang diajak bicara. Seperti kamu atau kalian, kepada laki-laki atau perempuan. Contoh i'rob kata yang lain ( laki - laki ) :


ذهب / يذهَبُ >>  لا تذهَبْ

Dia pergi / dia sedang pergi / jangan -kamu- pergi !


  🍲 أكل / يأكُلُ >> لا تأكُلْ

Dia makan / dia sedang makan / jangan -kamu- makan ! 

☕️🍹🍸🍷
شرب / يشرَبُ >> لا تشرَبْ

Dia minum / dia sedang minum / jangan -kamu- minum !

♻️♻️
و ما أشبه ذالك.. dan yang semacamnya.
🔚⚓️
والله تعل أعلم.

✏✏✏✏✏✏✏
0

Isim-isim yang khofd ( المخفوضات الأسماء )

بسم الله



المخفوضات الأ سماء

Isim - isim yang khofdhun - Majrur ( asalnya kasroh ).
Ada 3 penyebab yang menjadikan pada isim-isim itu makhfuudlhotun.

  1. Dengan sebab huruf , yakni didahului huruf-huruf jer. Sudah pernah dipelajari dihalaman ini.
  2. Dengan sebab susunan mudlof - mudlofun ilaihi ( موضاف - موضاف إليه ). Lebih lengkap dihalaman ini.
  3. Pengikut ( التوابع ). Yang pada keadaannya mengikuti kata yang diikuti seperti penjelasan serupa sebelumnya. Pembahasannya pada halaman ini.

و الله أعلم

0

Boyolali ayo ngaji

 Dengan Mengharap Ridho Allah Subhanahu wa ta'ala

HADIRILAH

🌕 KAJIAN BERSAMA :
AL USTADZ MUSTOFA AL BUTHONI
(MUDIR PONPES IBNU SIRIN TEGAL)


✅ SESI

TERAPI PENYAKIT HATI


TEMPAT : MASJID BAITURRAHMAN GRENJENG BOYOLALI


WAKTU : 16.00 - 20.30


📜 PENYELENGGARA :

TAKMIR MASJID AGUNG BOYOLALI
MAJELIS TAKLIM NURUL ISLAM BOYOLALI
TAKMIR MASJID BAITURRAHMAN
MA'HAD AL MADINAH BOYOLALI

0

Boyolali ayo ngaji

📢 WORO WORO✨



Bismillah..


Insya Allah kajian bersama :


🌟 Al Ustadz Hanan Husein Bahanan ✨


📜 Tema :

"Keutamaan Menebar Salam"


✅ Besok hari :

📆 Rabu malam kamis


🕕 waktu :

🌌 ba'da Maghrib - Isya 🌙 🏁


 🗓Tanggal

🌟 10 Februari 2016 ☀️


⚓️ Bertempat di 🏠

🕌 Masjid Agung Kabupaten Boyolali


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃



Audio bisa didengarkan / diunduh disini





0

Boyolali ayo ngaji

✅ Dengan Mengharap Ridho allah Subhanahu wa ta'ala

📢 Hadirilah

📖 (KAJIAN SIRAH NABAWIYAH)

BERSAMA :

👤 AL USTADZ MUSTHOFA AL BUTHONY

(ALUMNY DARUL HADITS DAMMAJ YAMAN)

TEMA :

💖 CINTA SEJATI

📢 INSYA ALLAH
AKAN DISELENGGARAKAN PADA

📆HARI :
AHAD 5 JUMADIL AWAL 1437 H
(MINGGU 14 FEBRUARI 2016)

⌚WAKTU
09.00 - 14.00

🏠TEMPAT :
MASJID AGUNG KABUPATEN BOYOLALI
(KOMPLEKS KABUPATEN LAMA BOYOLALI)
RUMAH DINAS BUPATI BOYOLALI
🍴🍗 Disediakan Makan Siang untuk Peserta

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

🌟 PENYELENGGARA :
👤TAKMIR MASJID AGUNG BOYOLALI
👤MAJELIS TAKLIM NURUL ISLAM BOYOLALI


📞 CP : 0858 7918 0015





Untuk mendengarkan / mengunduh rekaman bagian I klik disini (Kualitas Bagus)
Dengarkan online

Untuk mendengarkan / mengunduh rekaman bagian II klik disini (Kualitas Bagus)
Dengarkan online
0

منصوبت الأسماء ( isim yang manshub 2)

بسم الله

الحمد لله

والصلاة والسلام على رسول لله

Macam-macam isim yang dinashob (hukum asal dengan harokat fathah) ada 11, dan alhamdulillah 5 pembagian yang pertama telah kita lalui.

٦. حال : الإسمُ المنصوبُ يُبَيِّنُ هيئَةَ الفاعلِ او المفعولِ عند وقوعه

 Hal adalah isim nakirah yang dimanshub yang berfungsi untuk menjelaskan pelaku pekerjaan (subyek) atau yang  dikenai pekerjaannya (obyek) dari segi keadaannya.
مثل :
سمعت الأذانَ يقِظةً

Contoh : aku mendengarkan adzan dalam keadaan melek.
شرب محمد اللبن قاعدًا

muhammadd telah minum susu dalam "keadaan duduk."


٧. التمييز: الإسم المنصوب المفسر لما انبهم من الذوات

At tamyiiz ialah isim nakirah yang dimanshub yang berfungsi untuk menafsirkan suatu kata (dzat) yang masih belum jelas.
اشتريت عشرينَ كتابًا

Contoh : aku membeli dua puluh buku.


٨. مفعول معه

يعني: إسم منصوب يقع بعد  "الواو" بمعنى "مع" / مصاحبة


Isim manshub yang terletak setelah huruf wawu,  wawu yang bermakna bersama

مثل : سرتُ و القمرَ

 ( aku berjalan bersama sinar bulan )

قرأت القرأنَ و الشمسَ

 (aku membaca alquran dibawah sinar- matahari)


Perhatikan isim setelah huruf wawu, semua harokat akhirnya fathah. wawu disini bermakna kebersamaan


٩. مفعول فيه أو الظرف، الظرف هو اسم المكان أو اسم الزمان المنصوب بتقدير في

 atau disebut juga "ظرف" kata tunjuk waktu atau tempat dengan takdir في

مثل : أمامَ، خلفَ، تحتَ

أو ظرف الزمان : قبلَ، بعدَ، حينَ



١٠ منادى (Yang dipanggil)
munada adalah isim manshub yang didahului oleh huruf-huruf panggilan, diantara huruf2 panggilan yaitu kata يا
munada ini masuk kepada 3 jenis isim
1. isim alam atau isim yang menunjukkan kepada nama seperti muhammad dst.
   2. mudhaf dan muddhaf ilaaih yakni penyandaran suatu kata seperti
3. sibhul mudhaf yakni kata yang menyerupai mudhaf
contoh
1.huruf nida (panggilan masuk kepada isim alam)
يا محمدُ
kata muhammad harakatnya mabni (tetap/tidak berubah) dibangun diatas harakat dhammah akan tetapi status kata muhammad sebagai munada manshub.
2. huruf nida masuk kepada mudhaf
يا رسولَ الله
3. huruf nida masuk kepada syibhul mudhaf
يا طالعًا الجبل



١١. المستثنى (yang dikecualikan)

al mustatsna adalah Isim manshub yang didahului huruf atau alat-alat pengecualian ( ادوات الإ ستثناء )


Salah satu huruf pengecualian dalam bahasa arob adalah ( إلّا). Ada 3 hukum dalam membacanya.

1. Wajib atau pasti nashob. Terjadi jika kalimatnya positif, atau tidak menggunakan kata penafian. Contoh :

فشربوا منه إلا قليلًا ( maka mereka minum darinya, kecuali sedikit -yang tidak meminum- ), atau

حضر الطلابُ الّا زيدًا ( para pelajar telah datang, kecuali zaid ).


2. Bisa dinashob atau dirafa' yakni jika kalimatnya negatif (adanya penafian)
contoh:
ماقام القوم إلا زيدًا / زيدٌ

zaid bisa dibaca nashab sebagai mustatsna atau dibaca rafa' sebagai badal.

3. Dibaca menurut i'rob ( kedudukan ) nya apabila kalimatnya negatif dan tidak sempurna.
contoh:
ما قام إلا زيدُ
zaid dibaca dhammah sebagai fa'il

0

Membaca jam dalam bahasa arab


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين


Jam dalam bahasa Arab berarti As Saah [ الساعة ]. Dan dalam penyebutannya bilangan untuk jam hanya sampai dua belas saja. Tinggal yang membedakan hanyalah keterangan yang mengikuti di belakannya. Seperti jam 12 malam, jam 5 pagi, jam 9 dhuha dan seterusnya.


Bahasa Arabnya jam

Untuk selanjutnya silahkan perhatikan Hitungan Jam dalam Bahasa Arab dan Beberapa Kaidah yang Berkaitan Dengannya:

الساعة العربية [ Jam Bahasa Arab ]

1Jam Satuاَلسَّاعَةُ اْلوَاحِدَةُ
2Jam Duaاَلسَّاعَةُ الثَّانِيَةُ
3Jam Tigaاَلسَّاعَةُ الثَّالِثَةُ
4Jam Empatاَلسَّاعَةُ الرَّابِعَةُ
5Jam Limaاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ
6Jam Enamاَلسَّاعَةُ السَّادِسَةُ
7Jam Tujuhاَلسَّاعَةُ السَّابِعَةُ
8Jam Delapanاَلسَّاعَةُ الثَّامِنَةُ
9Jam Sembilanاَلسَّاعَةُ التَّاسِعةُ
10Jam Sepuluhاَلسَّاعَةُ اْلعَاشِرَةُ
11Jam Sebelasاَلسَّاعَةُ اْلحَادِيَةَ عَشْرَةَ
12Jam Dua Belasاَلسَّاعَةُ الثَّاِنيَةَ عَشْرَة

Bilangan di atas berlaku untuk jam-jam yang pas saja. Adapun jika tidak tepat, maka bisa ditambahkan Wa [] untuk menyatakan lebih dan  Illaa [] jika kurang. Perhatikan baris kata di bawah ini:

13Jam Lima lebih Lima Menitاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ وَ خَمْسُ دَقَائِقَ
14Jam lima lebih Sepuluh Menitاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ وَ عَشْرَ دَقَائِقَ
15Jam Lima Lebih Seperempat Jamاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ وَ الرَُبْعُ
16Jam Lima Lebih Dua Puluh Menitاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ وَ عِشْرُوْنَ دَقِيْقَةً
17Jam Lima Lebih Lima Puluh Menitاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ وَ خَمْسُوْنَ دَقِيْقَةً
18Jam Lima Lebih Setengah Jamاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ وَ النِّصْفُ

19Jam Lima Kurang Lima Menitاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ إلا خَمْسُ دَقَائِقَ
20Jam lima Kurang Sepuluh Menitاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ إلا  عَشْرَ دَقَائِقَ
21Jam Lima Kurang Seperempat Jamاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ إلا الرَُبْعُ
22Jam Lima Kurang Dua Puluh Menitاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ إلا  عِشْرُوْنَ دَقِيْقَةً
23Jam Lima Kurang Lima Puluh Menitاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ إلادَقِيْقَةً
24Jam Lima Kurang Setengah Jamاَلسَّاعَةُ اْلخَامِسَةُ إلا النِّصْفُ

Contoh Percakapan :

  • كم الساعة الآن 
  • الآن الساعة السادسة
Artinya: Jam Berapa sekarang ? >||< Sekarang Jam Enam
  • متى تذهب إلى المدرسة
  • أذهب الساعة السابعة
Artinya: Kapan kamu akan pergi ke sekolah ? >||<Aku pergi jam tujuh tepat.

Bagaimana menyatakan menit yang kurang atau lebihnya sedikit

25. Jam 8.59                

الساعة تاسعة تقريبا

(Hampir jam sembilan)

26. Jam 10. 27 

الساعة العاشرة و نسف تقريبا

....

✅ diambil dari beberapa sumber & http://www.arabiya.net

0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com