3 Nov 2015

6. Addarsul Khoomis [5] | مضاف مضاف اليه (Mudlhof mudlhofun ilaihi - penyandaran milik)

بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله 
و بعد


مضاف - مضاف اليه
Mudlhof - Mudlhof ilaihi




Mudlhof dan mudlhoofun ilaihi adalah penyandaran kepemilikan. Padanya ada penggabungan dua kata atau lebih guna mengabarkan kepemilikan. Susunannya -sesuai dengan namanya- adalah :
1. yang bersandar - diterangkan
2. yang disandari - menerangkan. 

Seperti pada contoh-contoh berikut, kata pertama itu berarti milik kata kedua. :

Kitaabu-kholidin = Kitab -milik- nya Kholid
Qolamu-mudarisin = Pena -milik-nya Guru
Baitul-mudhiri = Rumah -milik-nya Kepala Sekolah

Nah, dalam bahasa arob untuk menyatakan kepemilikan seperti itu ada kaidahnya. Contoh terkecil diatas adalah dengan 2 kata. Seperti diketahui isim mufrod itu rof'unnya dengan dhommah. Masing-masing berdiri sendiri, belum ada hubungannya.

Kata pertama, bentuk mufrodnya adalah kitabun, kata yang kedua bentuk mufrodnya adalah kholidun. Untuk membuat kalimat yang maknanya kitab miliknya kholid langkahnya sebagai berikut: 
1. Kata pertama itu adalah yang diterangkan, yakni kitabun, harus isim (kata benda).
2. Syaratnya tidak boleh ada tanwin, maka dihilangkan dhommah tanwinnya menjadi kitabu.
3. Kata kedua, yang disandari, harokat akhirnya majrur / kasroh. Yang aslinya kholidun menjadi kholidin.
4. Kata kedua jika mempunyai alif lam nakiroh maka tidak boleh tanwin.

1. Kitabun + kholidun => kitabu-kholidin (kitab-nya kholid) 
2. Baiytun  + Al-Mudhiru => Baiytul-mudhiri (rumah-nya kepala sekolah)


[x] Pertanyaan :
Bagaimana jika ada lebih dari 2 kata dalam susunan mudlhof-mudlhof ilaihi ini ?

[o] jawab :
Terapkan mulai awal kalimat kaidah mudlhof-mudlhof ilaihi ini, kemudian kata selanjutnya akan menjadi mudlhof ilaihi dari kata sebelumnya. Meskipun itu membuat mudlhof dari kata kedua majrur.



0 comments: