نعت و منعوت (na'at dan man'ut)

بسم الله الرخمان الرحيم

نعَت - منْعوت
( Sifat dan yang disifati )

Didalam bahasa arob, khobar suatu mubtada' bisa dijelaskan dengan sifat-sifat tambahan yang lain. Diistilahkan dengan na'at dan man'ut (sifat dan yang disifati). pengungkapan na'at harus sesuai dengan man'ut. Kesesuaian ini ada dalam 3 hal.
1. Harokat, apabila man'ut itu i'robnya rofa' maka na'atnyapun rofa', tetap demikian meski na'atnya lebih dari 1 kata.
2. Sifat laki-laki maupun perempuan pada lafadznya
3. Nakiroh (Huruf alif-Lam pengenal pada awal katanya)

Cth:
Albustaanu jamiilun wasi'un baaridun
البستان جميل وسع بارد
(kebun itu bagus luas sejuk)

Lafadz wasi'un dikatakan sebagai na'at (sifatnya), penulisannya harus sama dengan man'ut (yg disifati-jamiilun), baik dari sisi i'rob, jenis kata, maupun alif laam ma'rifatnya.
Begitu pula kata na'at selanjutnya.

Kata atau sifat وسع disesuaikan dengan yang disifati, yakni جميل ، jika dia yg disifati perempuan misal جميلة maka sifatnya juga berjenis kata perempuan, menjadi وسعة. Begitu juga dengan 2 kaidah yang lain.

0

7. Addarsus sadis [6] | هذه (hadzihi)



بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله
و بعد



 هذه (hadzihi)
ini (bagi sifat perempuan)


Al-isyarotu lil qoribi. Kata tunjuk dekat yakni "ini", didalam bahasa arab penggunaannya dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Setelah pada bab sebelumnya diperkenalkan هذا haadzaa ), kata tunjuk dekat bagi -sifat-  laki-laki, pada bab ini akan diperkenalkan kata tunjuk dekat bagi -sifat- perempuan.


0

Al Mubtada wa khobar | المبْتدَأ و خبر

بسم الله

[x] pertanyaan :
apa itu al mubtada ?

[o] jawab :
Al mubtada' adalah isim yang terletak di awal kalimat. Berlaku pula tanda-tanda sebagai isim, i'robnya rofa'

[x] pertanyaan :
apa itu khobar ?

[o] jawab :
Khobar adalah isim yang menerangkan isim sebelumnya. Khobar juga selalu rofa'.


[x] pertanyaan :
Jika dikatakan almubtada' dan khobar tidak bisa dipisahkan, bagaimana penjelasannya ?

[o] jawab :
Sebagaimana diketahui dalam ilmu nahwu, kalam adalah lafadz yang tersusun, memberi makna dan dalam bahasa arob. sedangkan fungsi mubtada-khobar adalah seperti kaidah diterangkan dan menerangkan, salah satu dari keduanya hilang, maka tidak lagi memberi makna, gugurlah salah satu syaratnya sebagai kalam.

[x] pertanyaan :
apakah susunan almubtada pasti didepan dan alkhobar dibelakang ?

[o] jawab :
ada pengeculian almubtada itu berada dibelakang khobar. Hal ini bisa terjadi seandainya, mubtada didahului oleh huruf-huruf khofd.


almubtada dan khobar merupakan salah dua dari tujuh isim yg marfu'

0

6. Addarsul Khoomis [5] | مضاف مضاف اليه (Mudlhof mudlhofun ilaihi - penyandaran milik)

بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله 
و بعد


مضاف - مضاف اليه
Mudlhof - Mudlhof ilaihi




Mudlhof dan mudlhoofun ilaihi adalah penyandaran kepemilikan. Padanya ada penggabungan dua kata atau lebih guna mengabarkan kepemilikan. Susunannya -sesuai dengan namanya- adalah :
1. yang bersandar - diterangkan
2. yang disandari - menerangkan. 

Seperti pada contoh-contoh berikut, kata pertama itu berarti milik kata kedua. :

Kitaabu-kholidin = Kitab -milik- nya Kholid
Qolamu-mudarisin = Pena -milik-nya Guru
Baitul-mudhiri = Rumah -milik-nya Kepala Sekolah

Nah, dalam bahasa arob untuk menyatakan kepemilikan seperti itu ada kaidahnya. Contoh terkecil diatas adalah dengan 2 kata. Seperti diketahui isim mufrod itu rof'unnya dengan dhommah. Masing-masing berdiri sendiri, belum ada hubungannya.

Kata pertama, bentuk mufrodnya adalah kitabun, kata yang kedua bentuk mufrodnya adalah kholidun. Untuk membuat kalimat yang maknanya kitab miliknya kholid langkahnya sebagai berikut: 
1. Kata pertama itu adalah yang diterangkan, yakni kitabun, harus isim (kata benda).
2. Syaratnya tidak boleh ada tanwin, maka dihilangkan dhommah tanwinnya menjadi kitabu.
3. Kata kedua, yang disandari, harokat akhirnya majrur / kasroh. Yang aslinya kholidun menjadi kholidin.
4. Kata kedua jika mempunyai alif lam nakiroh maka tidak boleh tanwin.

1. Kitabun + kholidun => kitabu-kholidin (kitab-nya kholid) 
2. Baiytun  + Al-Mudhiru => Baiytul-mudhiri (rumah-nya kepala sekolah)


[x] Pertanyaan :
Bagaimana jika ada lebih dari 2 kata dalam susunan mudlhof-mudlhof ilaihi ini ?

[o] jawab :
Terapkan mulai awal kalimat kaidah mudlhof-mudlhof ilaihi ini, kemudian kata selanjutnya akan menjadi mudlhof ilaihi dari kata sebelumnya. Meskipun itu membuat mudlhof dari kata kedua majrur.



0

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com