Header Ads

ad728
  • Informasi

    2. Pelajaran 1 - Addarsul Awwal [ ma hadza wa man hadza ? / ما هذا و من هذا ]



    بسم الله الرحمن الرخيم



    الحمد لله
    والصلاة وسلام على رسول الله
    و بعد



    (maa haadzaa)  ما هذا
    apa ini ?

    Pelajaran dimulai dengan pengenalan nama-nama benda atau isim. Rumah, masjid, pintu, buku, pena, kursi, kemeja, kunci, kebun dst.

     masjid
     مسخد (masjidun) 
     pena                     
     قلم (qolamun)
     rumah
     بیت (baitun) 
     kunci          
     مفتاح (mif-taa-khun) 
     kemeja        
     قميص (qo-mii-shun) 
     kitab / buku         
     كتاب (ki-taa-bun) 
     kebun (buah-buahan)         
     بصتان (bush-taa-nun) 

    dan kata tunjuk (isim isyaroh/isyarat) yang diperkenalkan untuk menunjukkannya adalah "hadza ( هذا) ", artinya "ini". apabila dikatakan "Hadza Masjidun" berarti "ini adalah masjid".
    •   هذا مسخد
    •   هذا قلم
    •   هذا مفتاح  
    •     هذا كرسي
    •   dst

    Isim isyaroh ini digunakan untuk :
    1. Jarak yang dekat
    2. Benda yg ditunjuk sifatnya laki-laki,  bisa berakal atau tidak berakal, benda mati atau benda hidup.

    Kemudian kata tanya yang pertama-tama disebutkan adalah kata "ma". Artinya "apakah". Digunakan untuk menanyakan/menunjuk kepada benda yang tidak berakal. Apabila ada pertanyaan dengan lafadz "ma haadzaa ?", apa ini ? seraya menunjuk sebuah masjid, maka jawabannya "haadzaa masjidun", ini masjid

    ma hadza ?
     ما هذا ؟
    apakah ini ?                            
    dijawab sesuai dengan benda yang ditunjukkan, contoh   هذا مسجد  

    Kata maa ini disebut maa istifham, maknanya meminta pemahaman atau bertanya.


    Kemudian kata tanya selanjutnya pada bab awwal ini adalah "أ". Dituliskan dengan huruf hamzah washol (yang artinya terus / sambung). Juga digunakan untuk menanyakan sebuah benda, dengan menyertakan nama sebuah benda dalam pertanyaannya sebagai dugaan awal. Jawaban "ya" apabila cocok dan "tidak" apabila sebaliknya. contoh pengunaan :

     A hadza masjidun ?                  
     أ هذا مسجد ؟
     apakah ini masjid? 
      jika benar, dijawab " ya / نعم ", jika salah maka dijawab "           
      bukan, ini rumah لا,هذا بيت
      atau
      bukan, ini bukan masjid / ٍلا,هذا ليس ب مسجد "          

    kata tanya  " ما " digunakan untuk menanyakan suatu hal yang tidak mempunyai akal (hewan, benda mati, tanaman dan yang semisalnya). Adapun untuk menanyakan sesuatu yang berakal misal seseorang maka menggunakan kata tanya tersendiri، yakni man ( من ).


    (man haadzaa) من هذا
    siapa ini ?

     man hadza ?
     من هذا ؟
     siapakah ini ?                            
    dijawab sesuai dengan siapa obyek yang ditanyakan, 
    contoh: هذا مدرس , haadzaa mudarrisun - ini guru

    kata tanya  " من " ini yang digunakan apabila yang menjadi obyek mempunyai akal (selain benda mati, tumbuhan dan hewan).


    Ini insinyur
      هذا مهندس  
     Ini kepala Sekolah
       هذا مدير
     Ini menteri
      هذا وزير
     Ini pelajar/ mahasiswa
      هذا طالب
     Ini laki-laki (anak)                  
      هذا ابن
     Ini laki-laki (dewasa)                            
      هذا رجل
     Ini guru
     هذا مدرس
     Ini dokter
    هذا طبيب
     Ini perawat
     هذا ممرض 
     Ini pedagang
     هذا تاجر 
     Ini penggembala
      هذا راع
     Ini imam
      هذا إمام




    tips : pada masa awal belajar, seringkali pelajar keliru membaca huruf من bukan dibaca man tapi dibaca min, untuk mengatasi hal ini, cukup diingat bahwa bab ini sedang membahas kata tanya, jadi tidak perlu ragu untuk membaca huruf tersebut dengan lafadz man. Adapun nanti ketika menginjak pelajaran / dars lima, yang mempelajari huruf majrur (salah satunya min dengan penampakan huruf yang sama persis), maka dilihat kepada kesesuaian kalimat / terjemahannya.

    Pelajaran 2 [klik]


    2 komentar

    widia amanda mengatakan...

    Sungguh bermanfaat

    Anonim mengatakan...

    Silahkan juga mengikuti kajian langsungnya pada waktu-waktu pada halaman berikut :

    http://www.kajianboyolali.info/2018/08/jadwal-kajian-wilayah-boyolali.html