16 Sep 2015

٢. Pembagian Kalam | أنواع الكلام - An wa'ul Kalami [2]

Bismillahi, alhamdulillahi, washsholatu wassallamu 'ala rasuulillah

sampul aljurumiyah


Alliqoouts tsani
pelajaran nahwu yang kedua :



 وأقسامه ثلاثة : اسم ، وفعل ، وحرف جاء لمعنى .
Wa aqsaamuhu tsalatsatun : ismun, wa fi'lun, wa harfun jaa-a li ma'nan.
Pembagian Kalam ada tiga, isim, fi'il dan huruf yang mempunyai makna.


  فالاسم يعرف : بالخفض ، والتنوين ، ودخول الألف واللام ، وحروف الخفض وهي :
fal ismu yu'rofu bilkhofdi, wat-tanwiini, wa dukhulil alifi wallami, wa hurufulqosami wa hiya :
Adapun isim diketahui dengan :
  1. khofd / bisa dikasroh,
  2. dan tanwin pada harokat akhir kata (an / in / un),
  3. dan masuknya alif lam pada awal kata (sebagai pengenal / nakiroh),
  4. dan didahului dengan huruf-huruf khofdi (huruf yang menyebabkan harokat akhir kata setelahnya berada dibawah / kasroh atau singkatnya jer)
macam-macam huruf khofdi, yakni:
من وإلى وعن وعلى وفي ورب والباء والكاف واللام وحروف القسم وهي : الواو والباء والتاء .
min, wa ila, wa 'an, wa 'ala, wa fii, wa rubba, walbaa-u, walkaafu, wallaamu, wa hurufulqosami wa hiya : alwaawu wal baa-u wattaa-u.
  • min (dari),
  • ila (ke / menuju),
  • 'an (dari),
  • 'ala (atas),
  • fii (di / pada),
  • rubba,
  • baa-u / bi (dengan),
  • ka (seperti),
  • laam (menyatakan kepemilikan / milik)
  • dan huruf-huruf qosami, huruf yang digunakan untuk bersumpah dengan nama Alloh jalla wa a'la, (waallohi, billaahi, tallohi).
kapanpun didapati kata dengan ciri-ciri seperti diatas maka kata tadi disebut isim.


والفعل يعرف بقد والسين و ( سوف ) وتاء التأنيث الساكنة.
wal fi'lu yu'rofu biqodin, wassini, wa saufa, wa taa-it ta'nitsis sakinatun.
dan fi'il dikenali dengan didahului oleh qod, dan juga sin / sa, atau saufa, atau tak yang disukun / waqof (pada akhir kata).
contoh : 

1.  قد ( qod ) : قد افلح المؤمنون
qod aflahal mukminun, sungguh orang-orang yang beriman telah beruntung. kata "aflaha" disini disebut fi'il.

2. س ( sin atau sa ) : ساذهب ال المسجد
saadzhabu ilal masjidi, aku akan pergi (dalam waktu dekat) ke masjid. adzhabu setelah lafadz huruf  sin disebut fi'il

3. سوف ( saufa ) : كل مخلوق سوف يواجه الله في يوم البعث
kullu makhluqin saufa yuwajahullaha fi yaumilba'atsi. setiap makhluk (ciptaan Alloh) kelak akan menemui Alloh azza wa jalla di hari kebangkitan

4.     قلت الطبيبة .... :  ( tak ) ت
qolats aththobiibatu, bu dokter telah berkata .... kata qolats, yang asalnya qola namun tertambahi tak taknitsisakinah pada akhir katanya disebut fi'il. Tambahan tak ini hanya berlaku untuk fi'il madhi,




والحرف مالا يصلح معه دليل الاسم ولا دليل الفعل .

wal harfu, maa laa yashluhu ma'ahu daliilul ismi wa laa daliilul fi'li
dan terakhir huruf, adalah apa yang tidak masuk padanya dalil (yang menunjukkan dia) isim atau fi'il. Jika tidak termasuk isim atau fi'il maka dia huruf. Tanda khususnya tidak ada, huruf (yang mempunyai makna) diketahui dengan mengetahui maknanya.

Contoh huruf diantaranya seperti tanda-tanda isim dan fi'il diatas. 

Suatu kata, apakah disebut isim atau fi'il jika masuk padanya tanda-tandanya. Hal ini dijelaskan agar tahu mana isim mana fi'il dan mana huruf. Selanjutnya akan diperkenalkan perubahan harokat akhir suatu kata pada bab i'rob. Kemudian dirinci bagaimana harokat akhir suatu kata bisa berubah, bagaimana perubahannya apabila dia isim, atau fi'il atau huruf.

Wallahu a'lam


0 comments: