اسم كان و خبر إنّ ( isim kaana dan khobar inna)

بسم الله

الحمد لله

والصلاة وسلام على رسول لله

isim marfu' yang ke lima adalah :

🌟إسم كان
هو اسم مرفع يقع بعد كان

Isim kaana adalah isim yang terletak setelah kaana. Apabila suatu isim diawal kalimat didahului lafafz kaana, maka namanya tidak lagi almubtada'. Dia berubah menjadi isim (setelah) kaana. I'rob isim ini rofa'  (dhommah) namun khobarnya nashob. Cth :
عمَارٌ إمامٌ

Ammar itu seorang imam.menjadi :

كان عمَارٌ إمامً

Dulu 'ammar itu seorang imam.

🔹Yang dipelajari adalah isim setelah kaana itu i'robnya (pasti) rofa'. 🔹
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

✨خبر إنّ
Fungsi kata inna adalah sebagai penekanan, artinya sesungguhnya.
Seperti isim kaana apabila suatu susunan almubtada' dan khobar didahului inna maka dia berubah menjadi isim inna dan khobar inna.
I'rob isim inna itu nashob (fathah) dan i'rob khobar inna itu rofa'.

Contoh : 
اللهُ غفور الرّخيمُ

Jika didahului inna menjadi :

إنّ اللّهَ غفور الرخيمُ

Isim inna nashob dan khobarnya, yakni lafadz غفورُ marfu', ini yang dipelajari.

0

التوابع (pengikut)

بسم الله

الحمد لله

والصلاة وسلام على رسول لله

Isim yang marfu' ada 7.
1. Almubtada'
2. Khobar
3. Faa'il (subjek kalimat)
4. Naaibul faa'il (pengganti subjek)
5. Isim kaana
6. Khobar inna

isim ke tujuh 7⃣ dari isim-isim yg rofa' (dhommah) adalah :

🔹التوّابع🔹
Artinya : pengikut. Isim ini ada 4, yg masing-masing telah diterangkan secara ringkas
١. نعتٌ (na'tun)
Yakni sifat, telah lewat pembahasannya. Intinya sifat ini mengikuti yang disifati.

٢. عطف (atof')
Artinya condong ( mengikuti kata sblumnya dgn mnggunakan huruf athaf)
'Athof ini terdiri dari 9 huruf, salah satunya huruf و.
مثل : جاء محمدٌ و عليٌ و حامدُ و...ٌ و...ٌ
Berapapun isim yg mengikuti isim محمد maka i'robnya sama. Jika rofa' ikut rofa', nashob ikut nashob.

۳. التّوكيد ( penekanan)
Taukid akan mengikuti kata yang akan ditekankan dari segi i'rab( harokat dhamah, fathah dan kasrahnya)
Funsinya u/ menghilangkan kerancuan bagi orng yg mndengarnya.

Diantara huruf taukid :نفس yg artinya jiwa
/ diri sendiri sebagai bentuk penekanan.
مثل : جاء عليٌ نفسُه
('ali sendiri telah datang), tata bahasa seperti ini juga dipakai dlm bhs inggris. Seperti "'aliy will come himself". Maksudnya aliy sendiri yg akan datang. Bukan wakil perusahaannya / atas nama beliau.

٤. البدل : pengganti
Diantara  jenis badal adalah badal ghalath.
Contoh jika suatu saat terjadi salah ucap nama/isim, kemudian dibenarkan, maka i'rob isim badalnya harus sama dengan yang diganti. Cth jika menyebutkan nama محمد tp keliru علي, lalu segera dikoreksi :
جاء عليٌ محمدٌ
Maksudnya jika pembicara ingin segera membetulkan kesalahannya maka tinggal diganti saja, hanya saja i'robnya harus sama.

~~~~

0

فاعل و نإبل فاعل (Fa'il dan naaibu fa'il)

بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله

والصلاة وسلام على رسول الله 

و بعد

🔹 فاعل (subjek)

الفاعل هو اسم مرفع يُذكَر بعد الفعل

Fa'il adalah isim marfu' yang disebutkan setelah kata kerja. I'robnya rof'un. Contoh :

أكل محمدٌ الحبزَ
Muhammad telah memakan roti. Lafadz محمدٌ itu faa'il dan i'robnya rofa'.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🔹نإب الفاعل ( pengganti subjek)

Atau didalam bahasa indonesia subjek dalam kalimat pasif. Susunan kalimatnya sama dengan kalam dalam bahasa arob. Cth :

يُأْكَل الحبزُ
Roti ini sedang dimakan. Asalnya  lafadz الحبز itu objek (maf'ul-yang dikenai pekerjaan) dan dia nashob (fathah), namun jika susunannya pasif i'robnya menjadi rof'un karena dia berperan sebagai pengganti faa'il.

0

نعت و منعوت (na'at dan man'ut)

بسم الله الرخمان الرحيم

نعَت - منْعوت
( Sifat dan yang disifati )

Didalam bahasa arob, khobar suatu mubtada' bisa dijelaskan dengan sifat-sifat tambahan yang lain. Diistilahkan dengan na'at dan man'ut (sifat dan yang disifati). pengungkapan na'at harus sesuai dengan man'ut. Kesesuaian ini ada dalam 3 hal.
1. Harokat, apabila man'ut itu i'robnya rofa' maka na'atnyapun rofa', tetap demikian meski na'atnya lebih dari 1 kata.
2. Sifat laki-laki maupun perempuan pada lafadznya
3. Nakiroh (Huruf alif-Lam pengenal pada awal katanya)

Cth:
Albustaanu jamiilun wasi'un baaridun
البستان جميل وسع بارد
(kebun itu bagus luas sejuk)

Lafadz wasi'un dikatakan sebagai na'at (sifatnya), penulisannya harus sama dengan man'ut (yg disifati-jamiilun), baik dari sisi i'rob, jenis kata, maupun alif laam ma'rifatnya.
Begitu pula kata na'at selanjutnya.

Kata atau sifat وسع disesuaikan dengan yang disifati, yakni جميل ، jika dia yg disifati perempuan misal جميلة maka sifatnya juga berjenis kata perempuan, menjadi وسعة. Begitu juga dengan 2 kaidah yang lain.

0

7. Addarsus sadis [6] | هذه (hadzihi)



بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله
و بعد



 هذه (hadzihi)
ini (bagi sifat perempuan)


Al-isyarotu lil qoribi. Kata tunjuk dekat yakni "ini", didalam bahasa arab penggunaannya dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Setelah pada bab sebelumnya diperkenalkan هذا haadzaa ), kata tunjuk dekat bagi -sifat-  laki-laki, pada bab ini akan diperkenalkan kata tunjuk dekat bagi -sifat- perempuan.


0

Al Mubtada wa khobar | المبْتدَأ و خبر

بسم الله

[x] pertanyaan :
apa itu al mubtada ?

[o] jawab :
Al mubtada' adalah isim yang terletak di awal kalimat. Berlaku pula tanda-tanda sebagai isim, i'robnya rofa'

[x] pertanyaan :
apa itu khobar ?

[o] jawab :
Khobar adalah isim yang menerangkan isim sebelumnya. Khobar juga selalu rofa'.


[x] pertanyaan :
Jika dikatakan almubtada' dan khobar tidak bisa dipisahkan, bagaimana penjelasannya ?

[o] jawab :
Sebagaimana diketahui dalam ilmu nahwu, kalam adalah lafadz yang tersusun, memberi makna dan dalam bahasa arob. sedangkan fungsi mubtada-khobar adalah seperti kaidah diterangkan dan menerangkan, salah satu dari keduanya hilang, maka tidak lagi memberi makna, gugurlah salah satu syaratnya sebagai kalam.

[x] pertanyaan :
apakah susunan almubtada pasti didepan dan alkhobar dibelakang ?

[o] jawab :
ada pengeculian almubtada itu berada dibelakang khobar. Hal ini bisa terjadi seandainya, mubtada didahului oleh huruf-huruf khofd.


almubtada dan khobar merupakan salah dua dari tujuh isim yg marfu'

0

6. Addarsul Khoomis [5] | مضاف مضاف اليه (Mudlhof mudlhofun ilaihi - penyandaran milik)

بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله 
و بعد


مضاف - مضاف اليه
Mudlhof - Mudlhof ilaihi




Mudlhof dan mudlhoofun ilaihi adalah penyandaran kepemilikan. Padanya ada penggabungan dua kata atau lebih guna mengabarkan kepemilikan. Susunannya -sesuai dengan namanya- adalah :
1. yang bersandar - diterangkan
2. yang disandari - menerangkan. 

Seperti pada contoh-contoh berikut, kata pertama itu berarti milik kata kedua. :

Kitaabu-kholidin = Kitab -milik- nya Kholid
Qolamu-mudarisin = Pena -milik-nya Guru
Baitul-mudhiri = Rumah -milik-nya Kepala Sekolah

Nah, dalam bahasa arob untuk menyatakan kepemilikan seperti itu ada kaidahnya. Contoh terkecil diatas adalah dengan 2 kata. Seperti diketahui isim mufrod itu rof'unnya dengan dhommah. Masing-masing berdiri sendiri, belum ada hubungannya.

Kata pertama, bentuk mufrodnya adalah kitabun, kata yang kedua bentuk mufrodnya adalah kholidun. Untuk membuat kalimat yang maknanya kitab miliknya kholid langkahnya sebagai berikut: 
1. Kata pertama itu adalah yang diterangkan, yakni kitabun, harus isim (kata benda).
2. Syaratnya tidak boleh ada tanwin, maka dihilangkan dhommah tanwinnya menjadi kitabu.
3. Kata kedua, yang disandari, harokat akhirnya majrur / kasroh. Yang aslinya kholidun menjadi kholidin.
4. Kata kedua jika mempunyai alif lam nakiroh maka tidak boleh tanwin.

1. Kitabun + kholidun => kitabu-kholidin (kitab-nya kholid) 
2. Baiytun  + Al-Mudhiru => Baiytul-mudhiri (rumah-nya kepala sekolah)


[x] Pertanyaan :
Bagaimana jika ada lebih dari 2 kata dalam susunan mudlhof-mudlhof ilaihi ini ?

[o] jawab :
Terapkan mulai awal kalimat kaidah mudlhof-mudlhof ilaihi ini, kemudian kata selanjutnya akan menjadi mudlhof ilaihi dari kata sebelumnya. Meskipun itu membuat mudlhof dari kata kedua majrur.



0

5. Addarsur Roobi' [4] | Harful Khofd / Jer - حرف الخفض

بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله 
و بعد




حرف الخفض
Harful Khofdlhi



Hukum huruf yang didahului huruf khofd harokat akhirnya majrur. Kebanyakan tanda majrur itu kasroh, namun apabila tidak lagi bisa dikasroh diganti dengan huruf ya' atau harokat fathah. Pada awal pelajaran bahasa arob, yang akan dipakai adalah tanda yang paling sering yakni kasroh.


 Majrur  isim (mufrod)   Huruf Khofd 

من البيتِ
 min-al bayti   
(dari sebuah rumah)
   

 البيتُ
al-baytu
(sebuah rumah)

 من
Min
(dari - arah)

 الى المسجدِ   
ilal-masjidi
(ke sebuah masjid)


المسجدُ 
al-masjidu 
(sebuah masjid) 
 
  
الى
ila
(ke-)

 على المكتبِ
'alal - maktabi
 (di atas sebuah meja)


المكتبُ
al- maktabu
(sebuah meja) 
 

على
 'ala
(diatas) 
 

 في المدْرسّةِ
 fil-mad-ros-sati
 ( di sebuah sekolahan ) 
 

 المدْرسّةُ
 al-mad-ros-satu
  ( sebuah sekolahan ) 
 

 في  
 fil
 ( di )

dan huruf khofd ini banyak, didalam aljurumiyah disebutkan huruf ini adalah :
  • min ( من )
  • ila
  • 'an
  • 'ala
  • fiy
  • rubba
  • al-kaa-fu
  • al-laa-mu
  • al-baa-u
  • huruf sumpah (atas nama Alloh)
    • wa-llohi
    • bi-llahi
    • ta-llohi
 
Semuanya berlaku sama, majrur. Umumnya setiap kata yang terkena hukum khofdlh / majrur padanya akan dikasroh pada harokat akhirnya seperti contoh diatas.
Huruf-huruf khofd ini juga sebagai penanda bahwa kata yang didahului olehnya merupakan isim.


Pelajaran 5 [klik >>>]

0

macam - macam isim dan fi-'il

بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله 
و بعد


اسم
Ismun


Al Ismu huwa ma dallats 'ala ma'na wa lam tuktaron bi zamanin
Isim adalah kata yang mempunyai makna dan tidak terkait dengan waktu. Bisa diartikan sebagai nama / kata benda. Didalam ilmu nahwu isim dibagi menjadi 4. yakni 
  • Isim mufrod (kata tunggal), 
  • isim mutsanna (berjumlah dua), dan
  • isim jamak (berjumlah lebih dari 2, 3 keatas / kata majemuk), Isim jamak sendiri terbagi menjadi menjadi 3, yakni
    • isim mudzakkar saalim : isim yang menunjukkan jumlah tiga keatas dari jenis kata laki-laki, yang struktur hurufnya aslinya tidak berubah dari bentuk mufrod sampai bentuk jamaknya. contoh :
      • mukminun - mukminani - mukminuuna
    • isim muannats saalim : isim menunjukkan jumlah tiga keatas dari jenis kata perempuan, yang struktur huruf aslinya tidak berubah dari bentuk mufrod
      • mukminatun - mukminataani - mukminaatun
    • isim jamak taksir: isim yang menunjukkan jumlah banyak yang struktur bentuk jamaknya berbeda dengan struktur bentuk tunggal aslinya.
      • qolamun - qolamani - aqlamun 
      • nafidzatun - nafidzatani - nawafidza
  • asmaul khomsatu (isim khusus yang jumlahnya ada lima) :
    • ٌأب  (ayah)
    • أخٌ  (saudara laki-laki)
    • حمٌ (ipar atau bisa juga mertua)    
    • فو (mulut)
    • ذو (yang ber-,  digunakan untuk menyatakan kepemilikan)


  Bentuk isim yang menerangkan jumlahnya ini akan sering digunakan dalam percakapan bahasa arab terlebih dalam pelajaran yang awal-awal.







فعل
 fi'lun








Al fi'lu huwa - ma dalats 'ala ma'na wakturinats bi zamanin.
Fi'il adalah kata yang mempunyai makna dan (lafadznya) terkait dengan waktu. Umumnya  bisa dikatakan fi'il adalah kata kerja. dan sebuah pekerjaan bisa saja sudah dilakukan, sedang dilakukan maupun -sebentar lagi- akan dilakukan. Tiga waktu penggunaan mudlhori ini dibedakan oleh lafadznya. Singkatnya pembagian fi'il dari sisi waktu ada tiga dan ditambah satu :

- lampau (maadlhi - ماضي) : 
cth : قرأ ، - كتب،  رقد

- halan / sekarang (mudlhoori' - مضارع ) 
cth: يذهَب، يدخُل،  يرجِع

- setelah dikatakan (perintah / Amr)
cth: إجلس، اُخرج، 

- af'alul khomsatu (fi'il yang lima)


0

٣. bab i'rob - perubahan harokat akhir suatu kata | [ بابُ الاإعرابِ [ 3


بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله 
و بعد
al i'robu
 


الاإعراب هو تغير أواخر الكلِام لاختلاف العوامل الداخيل عليها لفضا أو تقدير
al-i'robu huwa taghyiron awakhiril kalimi likhtilafil 'awamilid daakhilati 'alaihaa lafdlhon au taqdiiron.

i'rob adalah perubahan -harokat- akhir suatu kata dikarenakan perbedaan faktor penentu yang mempengaruhinya baik itu berupa lafadz atau hanya ditaqdirkan.


و اقسامه اربعة
رفع , و نصب , و خفذ , و جزم
wa aqsaamuhu arba'atun. Rof'un, wa Nashbun, wa Khofdzun, wa Jazmun.


Macam perubahan harokat akhir ini ada 4. Rof'un, Nashbun, Khofdun, Wa Jazmun. 


Penulis menggambarkan hubungan i'rob dengan jenis kata sebagai berikut :

Fa lil asma-i min dzalika, arrof'u, annashbu, alkhofdu wa la jazma fii-ha, 

Dari macam-macam i'rob diatas, rofa', nashob, khofd bisa berlaku pada isim, namun tidak ada jazm padanya. 
Wa lil af'ali min dzalika, arrof'u, annashbu, aljazmu, wa la khofdlho fii-ha.
Demikian pula bagi fi'il, bisa masuk padanya macam-macam i'rob tadi namun tidak ada padanya khoflh. Dengan kata lain isim tidak bisa di jazm, dan fi'il tidak bisa di khofd. 

Contoh-contoh (al-amtsilatu):
Al masjidu, albaiytu, almuhandisu, asysyamsu, alqomaru, alhajaru, wa asybuhu dzalika. Dari semua kata benda tunggal (isim mufrod) diatas, semua harokat akhirnya menggunakan dhommah. Nah berarti tanda rof'un atau rofa' nya isim mufrod ini adalah dengan dhommah. Lalu apa itu rofa' ?, kapan suatu kata itu rofa' ? Nashob ? Khofd / majrur ? Atau jazm ? 

Umumnya harokat akhir suatu kata benda (isim mufrod) adalah dengan rofa'. Dan tanda rofa' yang pertama adalah dengan dhommah. Namun ternyata tanda rofa' itu sebenarnya tidak hanya di dhommah saja, ada juga dengan huruf wawu, huruf alif dan huruf nuun. Harokat dan huruf ini sebagai tanda rofa' seandainya suatu kata tidak mungkin dirofa' dengan dhommah.

Masing-masing harokat ini akan menjadi tanda rofa' suatu kata pada jenis isim tertentu. Isim ada beberapa pembagiannya. Begitu pula dengan nashob, khofd dan tanda lainnya.

0

4 macam makna قد (qod)

بسم الله الرحمن الرخيم
ألحمد لله ربّ العالم
والصلاة والسلام على الشرف الأنبياء والمرسلين 

Salah satu tanda isim itu didahului dengan huruf قد. Makna huruf ini ternyata tidak hanya "sungguh". Ada beberapa makna dalam kalimat. Berikut contohnya :

1. sungguh  ( تأكيد/ ta'kid )
☁. قد أفلح المعمن. (المعمن: ١)
Sungguh orang-orang yang beriman telah beruntung.

2. hampir-hampir ( تقريب / taqrib )

☁. قد قامت الصلاة (من لفظ الأذن)
Sholat hampir dimulai.

Meskipun menggunakan fi'il madhi, yakni bentuk lampau. Namun terkadang maknanya menjadi "hampir".

3. sering/banyak ( تكثير )
☁. قد ينجَح المجاهد
Orang yang bersungguh-sungguh itu seringkali berhasil.

4. jarang/sedikit ( تقليل / taqlil )
☁. قد يصدق الكذاب
Pendusta itu jarang sekali berkata jujur.

Dua makna terakhir ini maknanya juga berlawanan, namun bedanya ia menggunakan fi'il mudhori'.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹
والله أعلم

0

Sin dan saufa


بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله

والصلاة وسلام على رسول الله

و بعد

سَ و سَوفَ

Huruf sin dan saufa mempunyai kesamaan, yakni sama-sama berarti akan. Apabila kata ini disebutkan dalam pembicaraan atau tulisan sebelum fi'il mudlhori'. Bedanya sin dengan nashob fathah (sa) bermakna "akan" dalam waktu yang dekat / bisa diperkirakan. Sedangkan saufa bermakna kelak. Pada waktu akan datang yang jauh / tidak bisa diperkirakan.

Misalnya
Sayadhabu mukhammadun ba'da darsi ilaa suuqi
(Mikhammad akan pergi kepasar nanti setelah pelajaran)

Kalla saufa taklamuun.
(Sekali kali tidak, kelak mereka akan mengetahui)

Sual :
Lalu bagaimana dengan ayat alquran,

كَلَّا سَيَعْلَمُونَ ( Q.S. Annaba : 4)
Kenapa ayat yang membicarakan waktu hari kiamat ini menggunakan huruf sa, padahal tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat ??

Aljawaabu :
Karena yang berbicara dalam ayat aersebut adalah Alloh azza wa jalla, sedangkan Alloh tentu mengetahui kapan terjadinya, karena Dia penguasanya hari kiamat (Q.S. Al-Fatihah : 4),

0

4. Addarsuts tsaalits [3] | ال - Alif Lam - Pengenal pada awal kata (takrif)

بسم الله الرحمن الرخيم

الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله
و بعد






ال
alif-lam


Alif Lam pada awal isim, maknanya adalah pengenal. jika disebutkan kitaabun yang artinya buku, maka maksudnya adalah buku sebagai sebuah nama diantara nama-nama benda. Tidak menunjukkan wujudnya. Dengan ditambahkan alif laam pada awalnya, maka isim tersebut sudah bisa dikenali / dianggap berwujud. Alkitaabu bermakna sebuah buku.

al-amtsilatu (contoh-contoh) :
1. masjidun + al = almasjidu (sebuah masjid)
١. ال + مسجدٌ = المسجدُ
2. baiytun + al = albaiytu (sebuah rumah)
٢. ال + بيتٌ =  البيتُ
3. muhandisun + al = almuhandisu (seorang insinyur)
٣. ال + مهندسٌ =  المهندسُ
4. mudarrisun + al = almudarrisu (seorang guru)
 ٤. ال + مدرسٌ = المدرسُ
dst.


yang harus diperhatikan, bahwa jika isim itu ditambahi dengan alif-lam nakiroh maka tanwin-nya hilang. 








حروف القمرية و الشمشية
Huruf-huruf qomariah dan syamsiyah


Huruf hijaiyah terbagi 2, qomariah dan syamsiyah. Disebut qomariah karena disifatkan dengan bulan dan sinarnya yang redup, sehingga tidak menembus. Cara membaca alif-lam pada hurufnya adalah tetap dibaca "al", seperti biasa.

Sedangkan huruf-huruf syamsiyah disifatkan dengan matahari, sinarnya kuat sehingga menembus. Penulisan lafadz alif-lamnya tetap ada namun tidak dibaca. Membacanya tembus kepada huruf setelahnya yang ditashdid, seperti pada kata asysyamsu diatas.





                Huruf Syamsyiatun                    Huruf Qomariyatun






الفاءدة (al-faa-idatu) :

1. jika suatu isim dimasuki alif-lam maka tanwinnya hilang
2. jika huruf tersebut termasuk huruf-huruf syamsiah maka alif-lam padanya tidak dibaca. Cara membacanya dengan masuk / mentashdid huruf setelahnya. Asysyamsu bukan alsyamsu, annajmu bukan alnajmu dan seterusnya.

Pelajaran 4 [klik >>>] 
0

3. Addarsuts tsani [Pelajaran Ke-2] | ذلك - (dzalika / Itu) - Kata Tunjuk Jauh

بسم الله الرحمن الرخيم


الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله
و بعد


dzaa-li-ka

ذلك (dzaalika)
itu

Merupakan kata tunjuk untuk objek yang -jaraknya- jauh dan sifatnya laki-laki. Bisa dia benda mati bisa juga makhluk hidup yang berakal. contoh :



ما ذالك ؟ 
ma dzaa-lika ?
Apa itu -yang jauh disana-? 

ذالك نجم
Dzaa-lika Najmun
 -yang jauh disana- Itu Bintang



ما ذالك ؟
ma dzaa-lika ?
Apa itu ?
 
ذالك مسجد
Dzaa-lika Masjidun.
Itu masjid.

ما ذالك ؟

ma dzaa-lika ?
apa itu ?

ذالك جبل
Dzaa-lika jabalun
itu gunung 

من ذالك ؟

man dzaa-lika ?
Siapa itu ?

 ذالك مهندس

Dzaa-lika muhandisun
itu insinyur  


Bisa juga digabung dengan isim isyaroh lil qorib, sehingga membentuk kalimat yang lebih banyak.



haa-dza baitun wa dzaa-lika syajarun 

ini rumah dan itu pohon






haa-dza rojulun wa dzaa-lika waladun



ini laki-laki dewasa dan itu anak laki-laki






pada bab ini dipelajari :
1. kata tunjuk untuk jarak yang jauh disebut isim isyaroh lil ba'id
2. isim isyaroh bisa digunakan untuk benda mati maupun benda hidup.
3. isim isyaroh lil ba'id ini ( ذالك ) hanya untuk menunjukkan sifat laki-laki saja.
4. isim isyaroh lil qorib ini ( هذا ) hanya menunjukkan benda yang jumlahnya satu saja (mufrod).

Untuk isyaroh kata tunjuk perempuan, dan jumlah lebih dari satu (mutsanna / jama') menggunakan isyaroh yang lain.

Pelajaran 3 [Klik >>>]

0

2. Pelajaran 1 - Addarsul Awwal [ ma hadza wa man hadza ? / ما هذا و من هذا ]



بسم الله الرحمن الرخيم



الحمد لله
والصلاة وسلام على رسول الله
و بعد



(maa haadzaa)  ما هذا
apa ini ?

Pelajaran dimulai dengan pengenalan nama-nama benda atau isim. Rumah, masjid, pintu, buku, pena, kursi, kemeja, kunci, kebun dst.

 masjid
 مسخد (masjidun) 
 pena                     
 قلم (qolamun)
 rumah
 بیت (baitun) 
 kunci          
 مفتاح (mif-taa-khun) 
 kemeja        
 قميص (qo-mii-shun) 
 kitab / buku         
 كتاب (ki-taa-bun) 
 kebun (buah-buahan)         
 بصتان (bush-taa-nun) 

dan kata tunjuk (isim isyaroh/isyarat) yang diperkenalkan untuk menunjukkannya adalah "hadza ( هذا) ", artinya "ini". apabila dikatakan "Hadza Masjidun" berarti "ini adalah masjid".
  •   هذا مسخد
  •   هذا قلم
  •   هذا مفتاح  
  •     هذا كرسي
  •   dst

Isim isyaroh ini digunakan untuk :
1. Jarak yang dekat
2. Benda yg ditunjuk sifatnya laki-laki,  bisa berakal atau tidak berakal, benda mati atau benda hidup.

Kemudian kata tanya yang pertama-tama disebutkan adalah kata "ma". Artinya "apakah". Digunakan untuk menanyakan/menunjuk kepada benda yang tidak berakal. Apabila ada pertanyaan dengan lafadz "ma haadzaa ?", apa ini ? seraya menunjuk sebuah masjid, maka jawabannya "haadzaa masjidun", ini masjid

ma hadza ?
 ما هذا ؟
apakah ini ?                            
dijawab sesuai dengan benda yang ditunjukkan, contoh   هذا مسجد  

Kata maa ini disebut maa istifham, maknanya meminta pemahaman atau bertanya.


Kemudian kata tanya selanjutnya pada bab awwal ini adalah "أ". Dituliskan dengan huruf hamzah washol (yang artinya terus / sambung). Juga digunakan untuk menanyakan sebuah benda, dengan menyertakan nama sebuah benda dalam pertanyaannya sebagai dugaan awal. Jawaban "ya" apabila cocok dan "tidak" apabila sebaliknya. contoh pengunaan :

 A hadza masjidun ?                  
 أ هذا مسجد ؟
 apakah ini masjid? 
  jika benar, dijawab " ya / نعم ", jika salah maka dijawab "           
  bukan, ini rumah لا,هذا بيت
  atau
  bukan, ini bukan masjid / ٍلا,هذا ليس ب مسجد "          

kata tanya  " ما " digunakan untuk menanyakan suatu hal yang tidak mempunyai akal (hewan, benda mati, tanaman dan yang semisalnya). Adapun untuk menanyakan sesuatu yang berakal misal seseorang maka menggunakan kata tanya tersendiri، yakni man ( من ).


(man haadzaa) من هذا
siapa ini ?

 man hadza ?
 من هذا ؟
 siapakah ini ?                            
dijawab sesuai dengan siapa obyek yang ditanyakan, 
contoh: هذا مدرس , haadzaa mudarrisun - ini guru

kata tanya  " من " ini yang digunakan apabila yang menjadi obyek mempunyai akal (selain benda mati, tumbuhan dan hewan).


Ini insinyur
  هذا مهندس  
 Ini kepala Sekolah
   هذا مدير
 Ini menteri
  هذا وزير
 Ini pelajar/ mahasiswa
  هذا طالب
 Ini laki-laki (anak)                  
  هذا ابن
 Ini laki-laki (dewasa)                            
  هذا رجل
 Ini guru
 هذا مدرس
 Ini dokter
هذا طبيب
 Ini perawat
 هذا ممرض 
 Ini pedagang
 هذا تاجر 
 Ini penggembala
  هذا راع
 Ini imam
  هذا إمام




tips : pada masa awal belajar, seringkali pelajar keliru membaca huruf من bukan dibaca man tapi dibaca min, untuk mengatasi hal ini, cukup diingat bahwa bab ini sedang membahas kata tanya, jadi tidak perlu ragu untuk membaca huruf tersebut dengan lafadz man. Adapun nanti ketika menginjak pelajaran / dars lima, yang mempelajari huruf majrur (salah satunya min dengan penampakan huruf yang sama persis), maka dilihat kepada kesesuaian kalimat / terjemahannya.

Pelajaran 2 [klik]


2

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com